Rachana Interior
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior
<p>Journal of <strong>Rachana Interior</strong> is an open access journal that presents peer-reviewed articles in the fields of interior design and other relevant fields, which the idea emphasizes its relationship with culture. Culture in question is manifestation of human intellectual achievements collectively or of a particular social group. The journal not only discuss about culture in the past which is close to traditional culture, but also in recent or future years. This journal investigates the complexities of the interior environment’s composition, its impact on the inhabitant, and internal aspects that contribute to create it.</p> <p>Frequency of publication of the journal is twice a year which in <strong>April</strong> and <strong>October</strong>. Contributions for journal from interior design practitioners and theorist are welcome. The journal is sets out to challenge divisions between theory and practice to provide an essential scientific forum for all those with an interest in design, history, and meaning of interiors, which examined through theoretical discussion. Submissions are also invited in in the form of review of books, projects, and exhibition that are in scope of focus of Rachana Interior.</p> <p>The year of 2024 is journal’s first publication. The term “Rachana” is derived from Sanskrit words which means “composition”. The combination of this ancient word and “interior” in modern is literally interpreted as “composition of interior” which the ancient one emphasizes the journal’s idea focus on culture as the Sanskrit is known as classical culture’s artefact and the modern one is representation of recent and future. Through the creativity of researcher, scholar, experienced practitioners, include the past, recent, and future, the vision is the sustainability in development of interior design. </p> <p>Publisher and Funding of Journal of Rachana Interior is Bachelor Program of Interior Design, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.</p>UPN Veteran Jawa Timuren-USRachana Interior3047-8561Studi Penerapan Pendekatan Semiotika Pada Proses Redesain Interior Cafe Susu Sae Pujon
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior/article/view/72
<p>Pujon merupakan salah satu produsen susu sapi murni di Jawa Timur. Kafe wisata susu SAE Pujon merupakan entitas milik KUD Pujon yang menjual produk olahan susu. Kafe ini memiliki peran penting sebagai representatif simbolik Kota Pujon. Pencarian identitas dan makna simbolik bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung terkait Kota Pujon. Penelitian ini berfokus pada studi penerapan semiotika pada proses redesain kafe wisata susu SAE Pujon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika, yakni teori semiotika Charles Sanders Peirce (ikon, indeks, simbol) dan Charles William Morris (sintaktik, semantik, pragmatik). Analisis dilakukan melalui pengamatan langsung dan studi literatur terkait semiotika kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk interior, furnitur, pemilihan warna, penggunaan material dan pencahayaan. Kesimpulan dari penelitian ini pendekatan semiotika dinilai mampu membentuk desain interior yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga mampu menyampaikan citra dan narasi secara visual. Hasil dari penelitian ini, semiotika direpresentasikan ke dalam unsur-unsur interior seperti bentuk, warna, material, furnitur, dan pencahayaan, dimanfaatkan sebagai tanda visual yang mencerminkan makna dan simbol Kota Pujon.</p>Kristanto Adi NugrohoMuhammad Afrizan Akbar Rizqi
Copyright (c) 2026 Rachana Interior
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-292026-10-29302667610.33005/rachanainterior.v3i02.72Alih Fungsi Lesung Padi Sebagai Elemen Estetika Berkelanjutan Di Café Studio Rosid Bandung
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior/article/view/94
<p>Studi ini mengkaji penggunaan kembali lesung padi, alat pertanian tradisional yang mulai ditinggalkan, sebagai bagian dari elemen estetika desain interior berkelanjutan di <em>Café</em> Studio Rosid Bandung. Saat ini prinsip keberlanjutan melalui penggunaan material bekas dan metode <em>upcycling</em> semakin populer dalam tren perancangan interior komersial. Studi ini berfokus pada bagaimana material bekas pakai dapat meningkatkan nilai estetika dan menciptakan pengalaman ruang yang unik di <em>Café</em> Studio Rosid yang memadukan galeri seni dengan kafe komersil dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui dokumentasi dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lesung padi dapat dialihfungsikan sebagai elemen fungsional dan dekoratif di <em>Café</em> Studio Rosid, seperti rak susun, <em>coffee table </em>dengan berbagai ukuran, wadah untuk pot tanaman, dan ornamen dinding. Karakter serat kayu <em>unfinished </em>serta teksturnya yang organik mampu memperkuat penerapan gaya <em>rustic</em> pada interior kafe. Hasilnya, penerapan elemen ini pada sebuah ruangan mampu menghadirkan nuansa nostalgia pada pelanggan serta memperkuat identitas <em>branding </em>kafe untuk meningkatkan minat konsumen.</p>Diska AnandaIyus Kusnaedi
Copyright (c) 2026 Rachana Interior
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-292026-10-29302778610.33005/rachanainterior.v3i02.94Penerapan Warna Merah Hijau Dan Kuning Sebagai Identitas Budaya Tionghoa Dalam Desain Interior Kedai Kopi Laoban By Uncle Osh
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior/article/view/104
<p>Kedai Kopi Laoban by Uncle Osh memiliki desain interior oriental klasik Tiongkok dan ornamen yang mencerminkan nilai-nilai budaya Tionghoa. Kedai kopi ini termasuk kategori kopitiam dengan menu campuran Singapura dan Malaysia. Kata kopitiam berasal dari bahasa Melayu "kopi" dan "tiam" dari bahasa Hokkian yang artinya kedai. Penelitian ini mendalami penggunaan tiga warna utama pada interior Kedai Kopi Laoban by Uncle Osh, yaitu merah, hijau, dan kuning, yang merepresentasikan identitas budaya Tionghoa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya peran kedai kopi sebagai ruang komersial sekaligus media representasi identitas budaya melalui desain interior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengkaji penerapan elemen warna dalam ruang serta menghubungkannya dengan teori filosofi warna dalam budaya Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna merah, hijau, dan kuning didistribusikan secara strategis pada bidang ruang, <em>signage</em>, kolase poster, <em>glass painting</em>, hingga pencahayaan dekoratif, yang tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetika visual tetapi juga merefleksikan filosofi tradisional Tionghoa (keberuntungan, kemakmuran, dan keagungan) guna membangun suasana (<em>ambience</em>) kopitiam klasik yang merepresentasikan identitas budaya Tionghoa.</p>Rinjani FiandaBambang Arief Ruby Rubama Zael
Copyright (c) 2026 Rachana Interior
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-292026-10-29302879810.33005/rachanainterior.v3i02.104Kajian Estetik Bambu pada Struktur dan Elemen Interior pada Ruang-Ruang Kantor RLA Studio
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior/article/view/112
<p>Bambu merupakan material alami yang memiliki potensi signifikan dalam pengembangan desain interior kontemporer, khususnya pada ruang kantor. Meskipun demikian, penggunaannya masih sering terbatas pada elemen dekoratif. Permasalahan pada penelitian ini yaitu belum banyaknya pemanfaatan material bambu yang digunakan secara struktural, sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji eksplorasi penerapan bambu secara adaptif pada ruang kerja kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi visual terhadap dokumentasi ruang dan wawancara dengan pihak kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu digunakan dalam berbagai konfigurasi, seperti batang utuh sebagai kolom dan rangka atap serta susunan <em>linear </em>sebagai <em>secondary skin</em>, yang menghasilkan kualitas estetika berupa ritme, transparansi, dan harmoni dengan lingkungan alami. Temuan ini menunjukkan bahwa bambu memiliki potensi sebagai material struktural dan interior yang adaptif serta mampu membentuk identitas ruang kerja modern.</p>Saryanto SaryantoMari'an Hayya Azizah Kurnia
Copyright (c) 2026 Rachana Interior
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-292026-10-293029911310.33005/rachanainterior.v3i02.112Karakteristik Ekologi dan Sosial Ruang Publik Bantaran Sungai Code sebagai Dasar Pengembangan Kawasan Berkelanjutan
https://rachanainterior.upnjatim.ac.id/index.php/rachanainterior/article/view/127
<p>Ruang publik bantaran Sungai Code di Kampung Jetisharjo, Kelurahan Cokrodiningratan, memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi sosial, penyangga ekologi, dan elemen pembentuk kawasan perkotaan. Namun, tingginya kepadatan pemukiman, degradasi lingkungan, dan minimnya ruang terbuka hijau membuat fungsi kawasan tersebut belum berjalan optimal. Penelitian kualitatif ini mengkaji kondisi ekologi, sosial, dan spasial kawasan melalui metode studi kasus serta analisis tematik untuk menyusun strategi pengembangan yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek ekologi, kawasan ini masih memerlukan upaya revegetasi terencana akibat terbatasnya ruang hijau dan vegetasi riparian. Dari aspek sosial, Kampung Jetisharjo memiliki modal sosial yang kuat melalui budaya gotong royong dan keterlibatan warga, sehingga ruang publik berfungsi efektif sebagai wadah interaksi dan aktivitas bersama. Sementara dari aspek spasial, jaringan ruang publik antarkawasan telah saling terhubung, walaupun tingkat aksesibilitasnya belum sepenuhnya mendukung keterlibatan seluruh kelompok masyarakat secara inklusif. Pengembangan kawasan bantaran Sungai Code membutuhkan pendekatan integratif yang menyatukan dimensi ekologis, sosial, dan spasial. Strategi pengembangan ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas ruang publik, konservasi lingkungan, penguatan partisipasi masyarakat, serta penerapan prinsip desain kawasan yang adaptif, inklusif, responsif, demokratis, dan bermakna.</p>Danang FebriyantokoArtbanu Wishnu AjiMartino Dwi NugrohoBintang Prasodjo
Copyright (c) 2026 Rachana Interior
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-292026-10-2930211412410.33005/rachanainterior.v3i02.127